Bali 1928 20×20 Presentation by Marlowe Bandem

On behalf of Dr. Edward Herbst and the Bali 1928 team, our project coordinator in Bali, Marlowe Bandem presented theBali 1928 Project during the Kumpul Coworking Space 20×20 Gathering at Rumah Sanur Creative Hub on Februari 25, 2016.

20 x 20  is a unique, concise, fast presentation format of 20 slides, each for 20 seconds. We have not acquired the video footage of the actual presentation, however here are the slides, as a summary of what is Bali 1928 in a more elaborate manner of images and text.

Marlowe Bandem 20 x 20 Bali 1928.001-001

Since 2013, I was part of such a challenging yet interesting project titled “Bali 1928: Restoration, Dissemination and Repatriation of the Earliest Music Recordings and Films in Bali”

This on-going international collaboration is supported by Andrew W. Mellon Foundation with Dr. Edward Herbst of City University of New York as principal researcher, Allan Evans of Arbiter of Cultural Traditions New York as audio restorer and myself as project coordinator here in Bali.

Continue reading

BALI 1928: DIALOG BUDAYA & PERTUNJUKAN SENI DI BENTARA BUDAYA BALI 12 JULI 2015

Pada tanggal 12 Juli 2015 yang lalu, kami melaksanakan acara Dialog Budaya & Pertunjukan Seni terkait peluncuran lima volume CD/DVD Bali 1928, bertempat di Bentara Budaya Bali, Ketewel, Gianyar. Acara tersebut terselenggara atas kerjasama STMIK STIKOM Bali, Arbiter of Cultural and Traditions New York, dan Bentara Budaya Bali.

Acara tersebut berangkat dari upaya Dr. Edward Herbst bersama peneliti lainnya yang selama bertahun-tahun mengumpulkan aneka koleksi piringan hitam yang dibuat pertama kali tahun 1928 di Bali dan Lombok oleh wakil perusahaan rekaman Odeon dan Beka dari Jerman.

Kekayaan koleksi tersebut kemudian direstorasi oleh Allan Evans dari Arbiter of Cultural Traditions di New York. Koleksi Bali 1928 merupakan bagian koleksi pertama kali serta satu-satunya tentang karawitan Bali yang pada masa sebelum Perang Dunia Kedua, direkam dan diluncurkan secara komersial di Bali.

Continue reading

Permakluman: CD/DVD Error

Rekan-rekan Bali 1928 yang budiman,

Mengingat keterbatasan produksi kami dan walau semua CD/DVD Bali 1928 sudah dipastikan  bisa dioperasikan di semua jenis komputer/pemutar CD/pemutar DVD, mungkin saja ada beberapa salinan yang mengalami kerusakan atau error. Oleh karenanya, bilamana rekan-rekan ada yang mempunyai salinan yang bermasalah, mohon informasikan kepada kami melalui email info@bali1928.net dan kami akan secepatnya mengganti salinan dengan yang baru.

Demikian kami sampaikan, terima kasih atas kesabaran dan perhatiannya.

Naskah PDF Bali 1928, vol. V: Vocal Music in Dance Dramas (ENGLISH)

Berikut adalah naskah PDF Bali 1928, vol. V: Nyanyian dalam Dramatari (Vocal Music in Dance Dramas) dalam bahasa Inggris yang ditulis oleh peneliti utama Bali 1928, Dr. Edward Herbst. Naskah ini memuat ulasan tentang ihwal Jangér, Arja, Topéng  dan Cepung khususnya ansambel dari Kedaton, Abian Timbul, Sesetan, Belaluan, Kaliungu, dan Lombok.

Volume ini merupakan seri kelima dari koleksi Bali 1928 yang mengetengahkan tiga jenis drama yang muncul di awal abad ke-20 dan terus lanjut berkembang di dekade-dekade berikutnya. Perwujudan dari modernitas Bali yang beragam diwakili dalam kebangkitan jangér, khususnya di kalangan remaja. Jangér utamanya dipengaruhi oleh Komedie Stamboel, teater bergaya Eropa-berbahasa Melayu yang pertama kalinya muncul di Surabaya, Jawa pada tahun 1891. Masih populer di zaman, jangér menggabungkan cerita-cerita tradisional nan jenaka dengan lagu-lagu menawan yang dinyanyikan oleh para gadis berbusana tradisional yang ditimpali koor kécak oleh para pemuda yang memakai kostum bergaya Barat, termasuk celana pendek, hiasan tanda pangkat di bahu ‘epaullettes’ dan kumis palsu yang konyol. Jangér menggabungkan unsur nyanyian dari tari kerauhan Sang Hyang, pantun Melayu, dan cakepung ‘lagu-lagu minum arak’ dengan gamelan geguntangan yang biasanya mengiringi dramatari arja dan juga gamelan tambur yang memakai rebana, kendang yang berasal dari Arab. Gerakan-gerakan tangan dan lengan bergaya saman dan saudati ditambah dengan posisi tubuh yang lazimnya diperagakan dalam ritual Muslim Sufi dan tarian lainnya di Aceh, Sumatera Utara,menjadi ciri khas para penari laki-laki jangér. Semua ini menyatu dalam jangér termasuk unsur-unsur tari kuna légong dan dramatari wayang wong yang berdasarkan epos Ramayana, serta akrobat sirkus yang terinspirasi dari kelompok-kelompok seni pertunjukan yang sempat pentas di Bali.Dan sesudah kunjungan aktor dan bintang film Charlie Chaplin ke Bali pada tahun 1932, kumis palsu yang dilukis pada wajah penari kécak pun dinamakan caplin. Menariknya, kebangkitan jangér sepanjang abad ke-20 terjadi kembali di saat ketidakpastian politik dan pergolakan sosial.

Continue reading

Naskah PDF Bali 1928, vol. IV: Music for Temple Festivals and Death Rituals (ENGLISH)

Berikut adalah naskah PDF Bali 1928, vol. IV: Seni Pertunjukan Upacara (Music for Temple Festivals and Death Rituals) dalam bahasa Inggris yang ditulis oleh peneliti utama Bali 1928, Dr. Edward Herbst. Naskah ini memuat ulasan tentang tiga gaya karawitan yang telah muncul sepanjang satu milenium dan kemungkinan selama dua milenium penuh, semuanya dipentaskan pada masa awal abad ke-20 dalam pelbagai odalan ‘perayaan hari kelahiran suatu pura’ dan upacara-upacara yang berkaitan dengan kematian. Praktik menyanyikan kakawin dan palawakia diiringi oleh gamelan gong kebyar yang mutakhir dan radikal bermula di Bali Utara dan menyebar ke seluruh pelosok pulau dalam waktu singkat. Selingan-selingan tabuh kebyar dalam CD ini adalah dalam gaya Kebyar Ding oleh Gong Belaluan, sebuah karya yang sangat berpengaruh dalam perkembangan kebyar (bisa disimak secara lengkap dalam Bali 1928, vol. I).

Dramatari Gambuh yang bersumber dari kesusastraan Malat, mengisahkan kehidupan kebangsawanan dan percintaan pada zaman Majapahit, di masa lalu dipentaskan pada saat upacara-upacara kematian para bangsawan dan juga sebagai hiburan di lingkup puri ‘istana’.

Continue reading

Naskah PDF Bali 1928, vol. III: Lotring and the Sources of Gamelan Tradition (ENGLISH)

Berikut adalah naskah PDF Bali 1928, vol. III: Lotring dan Sumber-Sumber Tradisi Gamelan (Lotring and the Sources of Gamelan Tradition) dalam bahasa Inggris yang ditulis oleh peneliti utama Bali 1928, Dr. Edward Herbst. Naskah ini memuat ulasan tentang keterhubungan sebuah dunia berkesenian di Bali yang sedang mengalami peralihan, dari gaya prapalégongan Semar Pagulingan Titih sampai karya-karya tabuh Lotring untuk Calonarang (sebuah jenis seni pertunjukan yang baru berkembang beberapa dekade sebelum kedatangan Odeon dan Beka) yang mencerminkan kekhasan gambuh kuna melalui koreografi, melodi dan penokohan dramatisnya. Gubahan-gubahan palégongan penuh penjelajahan kreatif dari Lotring secara cerdas mengutip bentuk-bentuk kuna sembari merayakan kebebasan yang lebih besar.

Continue reading