Youtube Playlist – Pangkur Sasak & Dangdang Sasak oleh Mamiq Ambar

Berikut adalah daftar putar video-video dari Pangkur Sasak & Dangdang Sasak oleh Mamiq Ambar.

Pangkur Sasak adalah adalah materi tambahan yang terdapat dalam DVD Bali 1928, vol. II: Imaji dari Masa Lampau sedangkan Dangdang Sasak adalah materi tambahan yang terdapat dalam DVD Bali 1928, vol. V: Panorama, Tari, Tabuh dan Nyanyian Bali Tahun 1930-an. Kedua film direkam oleh peneliti utama Bali 1928, Dr. Edward Herbst, dan diterbitkan di Indonesia oleh STMIK STIKOM Bali sebagai bagian dari proyek “Pemugaran, Penyebaran, dan Pemulangan Kembali Rekaman Musik dan Film Yang Dibuat Pertama Kalinya di Bali pada tahun 1928.”

Mamiq Ambar (1920/1922–2014) dihormati sebagai penyanyi cepung, sebuah jenis tembang Sasak yang bersumber dari naskah lontar Monyeh, yang ditulis dalam bahasa Sasak-Jawa dan dinyanyikan dalam campuran bahasa Sasak, Bali dan Jawa. Sebuah kelompok cepung terdiri dari suling, redep (rebab), dan pemakhitanaos ‘penutur-penyanyi’, punggawa ‘penerjemah’ serta penyokong ‘pendukung’ yang turut serta bernyanyi. Di Lombok, pandangan publik tentang cepung tak bisa dipisahkan dengan sosok Mamiq Ambar, yang lebih dikenal dengan sebutan Ambar. Edward Herbst mengunjungi dan bertemu dengannya di Cakranegara, Mataram, Lombok Barat, dalam dua kali kunjungan panjang pada tahun 2006 dan 2009, yang dilengkapi dengan sesi menembang petang hari di kediaman rekannya Ida Ketut Pidada.

Youtube Playlist – DVD Bali 1928, vol. V: Panorama, Tari, Tabuh dan Nyanyian Bali Tahun 1930-an

Berikut adalah daftar putar video-video dari DVD Panorama, Tari, Tabuh dan Nyanyian Bali Tahun 1930-an yang merupakan pendamping dari CD Bali 1928, vol. IV: V: Nyanyian dalam Dramatari: Jangér, Arja, Topéng dan Cepung yang merupakan bagian dari Proyek Pemugaran, Penyebaran, dan Pemulangan Kembali Rekaman Musik dan Film Yang Dibuat Pertama Kalinya di Bali pada tahun 1928 hasil kerjasama antara peneliti utama Dr. Edward Herbst, Arbiter of Cultural Traditions di New York yang dipimpin Allan Evans, dan STIKOM Bali di Indonesia, di bawah koordinasi Marlowe Makaradhwaja.

Terima kasih kepada Ethnomusicology Archive University of California, Los Angeles dan Colin McPhee Estate yang telah mendukung dan memberi izin kepada Edward Herbst, Arbiter of Cultural Traditions, dan STMIK STIKOM Bali untuk menggunakan, menerbitkan dan menyampaikan cuplikan film ini dan yang lainnya kepada masyarakat luas.

Terima kasih kepada Rocio Sagaon Vinaver, Djahel Vinaver, dan José G. Benitez Muro yang telah mendukung dan memberi izin kepada Edward Herbst, Arbiter of Cultural Traditions, dan STMIK STIKOM Bali untuk menggunakan, menerbitkan dan menyampaikan cuplikan film ini dan yang lainnya kepada masyarakat luas.

1. Pelbagai panaroma kota Surabaya, Jawa Timur yang direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1931-1938.
2. Persembahan tari oleh Walter Spies dan Katharane Mershon di hadapan penonton Bali. Cuplikan film ini direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1931-1938.
3. Rosa Covarrubias, Ni Made Gubreg & I Gusti Alit Oka berdandan unutk sebuah upacara keagamaan. Film direkam oleh Miguel Covarrubias antara tahun 1930-1934.
4. Jangér Kedaton termasuk Ni Wayan Pempen, Ni Gusti Putu Rengkeg & I Wayan Marek. Film direkam oleh Miguel Covarrubias antara tahun 1930-1934.
5. Para penabuh gamelan geguntangan Batuan termasuk Ida Bagus Manje (kendang), I Déwa Nyoman Dadug (kendang), I Déwa Ketut Genjing (suling), I Wayan Rugrug (kelintit), dan I Déwa Putu Sérong (kelenang). Cuplikan direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1931-1938.
6. Para penabuh gamelan geguntangan Peliatan: Anak Agung Gedé Mandera (kendang), I Gusti Kompyang Pangkung (suling), I Madé Lebah (kendang), Mangku Gedé Pura Dalem (guntang kempluk) and I Madé Gerundung (guntang kempli). Cuplikan direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1931-1938.
7. Ansambel gamelan geguntangan. Cuplikan ini direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1931-1938.
8. Alat gamelan bernama perérét. Cuplikan ini direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1931-1938.
9. Pementasan dan prosesi barong landung. Film direkam oleh Miguel Covarrubias antara tahun 1930-1934.

Youtube Playlist – DVD Bali 1928, vol. IV: Seni Pertunjuan Upacara & Yadnya

Berikut adalah daftar putar video-video dari DVD Seni Pertunjuan Upacara & Yadnya yang merupakan pendamping dari CD Bali 1928, vol. IV: Seni Pertunjukan Upacara yang merupakan bagian dari Proyek Pemugaran, Penyebaran, dan Pemulangan Kembali Rekaman Musik dan Film Yang Dibuat Pertama Kalinya di Bali pada tahun 1928 hasil kerjasama antara peneliti utama Dr. Edward Herbst, Arbiter of Cultural Traditions di New York yang dipimpin Allan Evans, dan STIKOM Bali di Indonesia, di bawah koordinasi Marlowe Makaradhwaja.

Terima kasih kepada Ethnomusicology Archive University of California, Los Angeles dan Colin McPhee Estate yang telah mendukung dan memberi izin kepada Edward Herbst, Arbiter of Cultural Traditions, dan STMIK STIKOM Bali untuk menggunakan, menerbitkan dan menyampaikan cuplikan film ini dan yang lainnya kepada masyarakat luas.

Terima kasih kepada Rocio Sagaon Vinaver, Djahel Vinaver, dan José G. Benitez Muro yang telah mendukung dan memberi izin kepada Edward Herbst, Arbiter of Cultural Traditions, dan STMIK STIKOM Bali untuk menggunakan, menerbitkan dan menyampaikan cuplikan film ini dan yang lainnya kepada masyarakat luas.

1. Prosesi bebonangan atau yang dikenal juga sebagai balaganjur. Film direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1931-1938.
2. Gamelan gambuh di Puri Tabanan. Film direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1931-1938.
3. Ansambel gamelan gambuh. Film direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1931-1938.
4. Seorang penabuh di Batuan memainkan suling bambu yang biasa dipakai dalam ansambel gamelan gambuh. Film direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1931-1938.
5. Gamelan angklung kléntangan dengan penabuh-penabuh yang memainkan alat gamelan réyong kuna. Film direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1931-1938.
6. Gamelan angklung anak-anak di Sayan, Ubud. Film direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1931-1938.
7. Gamelan angklung kocok dari Culik, Karangasem. Film direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1931-1938.
8. Gamelan luang dari Banjar Apuan, Singapadu, dengan penabuh Mangku Reteg, Wayan Karba, Wayan Cedit, Kak Rinab, Ketut Regeg, dan Wayan Lebut. Film direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1931-1938.
9. Seorang ida pedanda ‘rohaniawan’ melakukan ritus surya sewana ‘serangkaian pemujaan terhadap Ida Sang Hyang Widhi menjelang matahari terbit’. Film direkam oleh Miguel Covarrubias antara tahun 1930-1934.
10. Suasana upacara keagamaan di sebuah pura Bali. Film direkam oleh Miguel Covarrubias antara tahun 1930-1934.
11. Suasana upacara ‘plebon’ pembakaran jenazah di Bali. Film direkam oleh Miguel Covarrubias antara tahun 1930-1934.

Youtube Playlist – DVD Bali 1928, vol. III: Sumber-Sumber Tradisi Tari dan Tabuh

Berikut adalah daftar putar video-video dari DVD Sumber-Sumber Tradisi Tari dan Tabuh yang merupakan pendamping dari CD Bali 1928, vol. III: Lotring dan Sumber-Sumber Tradisi Gamelan yang merupakan bagian dari Proyek Pemugaran, Penyebaran, dan Pemulangan Kembali Rekaman Musik dan Film Yang Dibuat Pertama Kalinya di Bali pada tahun 1928 hasil kerjasama antara peneliti utama Dr. Edward Herbst, Arbiter of Cultural Traditions di New York yang  dipimpin Allan Evans, dan STIKOM Bali di Indonesia, di bawah koordinasi Marlowe Makaradhwaja.

Terima kasih kepada Ethnomusicology Archive University of California, Los Angeles dan Colin McPhee Estate yang telah mendukung dan memberi izin kepada Edward Herbst, Arbiter of Cultural Traditions, dan STMIK STIKOM Bali untuk menggunakan, menerbitkan dan menyampaikan cuplikan film ini dan yang lainnya kepada masyarakat luas.

Terima kasih kepada Rocio Sagaon Vinaver, Djahel Vinaver, dan José G. Benitez Muro yang telah mendukung dan memberi izin kepada Edward Herbst, Arbiter of Cultural Traditions, dan STMIK STIKOM Bali untuk menggunakan, menerbitkan dan menyampaikan cuplikan film ini dan yang lainnya kepada masyarakat luas.

1. Légong Saba: Ni Gusti Nyoman Madri, Ni Dayu (Ida Ayu) Ratna, dan Ni Ketut Suri (Jero Suraga) sebagai condong. Film direkam oleh Miguel Covarrubias antara tahun 1930-1934.
2. Légong Kelandis: Ni Nyoman Polok dan Ni Luh Ciblun pentas di bawah pohon beringin di Kedaton. Film direkam oleh Colin McPhee antara tahun 193-1935.
3.Légong Kelandis: Ni Nyoman Polok dan Ni Luh Ciblun. Film direkam oleh Colin McPhee antara tahun 193-1935.
4. Latihan légong dalam gaya Saba dan Bedulu. Film direkam oleh Miguel Covarrubias antara tahun 1930-1934.
5. Ni Made Gubreg dari Kapal mengajar murid-murid dari Belaluan. Film direkam oleh Miguel Covarrubias antara tahun 1930-1934.
6. Gamelan palégongan dari Kapal. Film direkam oleh Colin McPhee antara tahun 193-1938.
7. Légong Belaluan berlatih: Ni Gusti Made Rai dan Ni Gusti Putu Adi. Film direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1936-1938.
8. Murid légong dari Belaluan berlatih menari. Film direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1936-1938.
9. Anak berlatih gendér rambat palégongan berbilah 13. Film direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1931-1938.
10. I Lunyuh dan I Made Lebah bermain kendang palégongan di Peliatan, lalu diikuti oleh I Gde Manik bermain kendang kebyar diiringi dengan gendér Semar Pagulingan Teges. Film direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1931-1938.
11. Pementasan barong Kebon Kuri dengan sandaran, jauk, dan omang. Film direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1931-1938.
12. Pementasan barong goak, télék, jauk, Rangda, dan ngurek di Tegaltamu. Film direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1931-1938.
13. Pementasan sandaran, omang, jauk, dan barong di Kebon Kuri. Film direkam oleh Miguel Covarrubias antara tahun 1930-1934.
14. Pementasan barong, sandaran, Rangda, dan ngurek di wilayah Kesiman. Film direkam oleh Miguel Covarrubias antara tahun 1930-1934.
15. Pementasan gamelan gendér wayang Kuta yang mengetengahkan permainan dari I Wayan Lotring (kiri-belakang) dan I Wayan Regog (kanan-belakang). Film direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1931-1938.
16. Pementasan sebuah sekaa gamelan gendér wayang. Film direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1931-1938.
17. Gambang di Pura Kawitan Kelaci, Banjar Sebudi, Tanjung Bungkak: Kak Bunut (I Made Darya) bermain saron dan I Wayan Pegeg bermain gambang. Film direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1931-1938.
18. Pementasan Jogéd Bungbung Déwa diiringi oleh ngoncang bungbung dalam upacara Nangkluk Mrana, Pura Beda, Tabanan. Film direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1933.
19. Pementasan Méndét di Pura Dalem Sayan, Ubud Film direkam oleh Miguel Covarrubias antara tahun 1930-1934.
20. Pementasan Rejang dan Abuang di Tenganan. Film direkam oleh Miguel Covarrubias antara tahun 1930-1934.
21. Pementasan Gamelan Pajogédan Sayan. Film direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1931-1938.
22. I Made Sarin dari Ketapian berlatih tari gandrung. Film direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1931-1934.
23. Pementasan tari Gandrung. Film direkam oleh Miguel Covarrubias antara tahun 1930-1934.
24. I Made Sarin menari gandrung dan ngibing diiringi oleh sekaa Ketapian Kelod. Film direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1931-1938.

Youtube Playlist – DVD Bali 1928, vol. II: Imaji dari Masa Lampau

Berikut adalah daftar putar video-video dari DVD Bali 1928, vol. II berjudul Imaji dari Masa Lampau yang merupakan materi pendamping dari CD Bali 1928, vol. II Tembang Kuna: Nyanyian dari Masa Lampau yang bermaterikan berbagai tembang, kidung dan kakawin dari seluruh Bali pada masa tahun 1930-an. CD dan DVD ini merupakan bagian dari Proyek Pemugaran, Penyebaran, dan Pemulangan Kembali Rekaman Musik dan Film Yang Dibuat Pertama Kalinya di Bali pada tahun 1928 hasil kerjasama antara peneliti utama Dr. Edward Herbst, Arbiter of Cultural Traditions di New York yang  dipimpin Allan Evans, dan STIKOM Bali di Indonesia, di bawah koordinasi Marlowe Makaradhwaja.

DVD Bali 1928 Imaji dari Masa Lampau bermaterikan berbagai cuplikan film lingkungan alam dan kehidupan sehari-hari masyarakat Bali termasuk juga beberapa cuplikan film tentang tokoh-tokoh terkenal Bali seperti Ida Pedanda Made Sidemen, I Gusti Ketut Kandel, dan Ida Boda. Semua cuplikan dalam DVD ini bersumber dari film-film bisu karya Colin McPhee.

Pada chapter 1 terdapat cuplikan-cuplikan bisu tentang alam lingkungan Gunung Batur, persawahan Bali, kehidupan di desa-desa Bali, pembuatan atap dari alang-alang, menenun, I Gusti Ketut Kandel membuat topeng, menjala ikan secara tradisional, memetik kelapa, menumbuk padi, dan anak-anak memandikan kerbau.

Pada chapter 2 terdapat cuplikan-cuplikan bisu tentang suasana persungaian, Pura Tirta Empul, pemintalan benang, penenunan tenun ikat, pembuatan tembikar tanah liat, suasana pasar guci tanah liat, suasana pesisir pantai dan laut, sabut kelapa, gambir, pamor dan mako, daun sirih, buah pinang, suasana pasar tradisional, pelbagai macam dagangan dan jajanan, uang kepeng, dan kehidupan masyarakat pedesaan.

Pada chapter 3 terdapat cuplikan-cuplikan bisu tentang Pura Besakih, Padma Tiga Pura Besakih, cuplikan perhutanan, aktivitas masyarakat Bali seperti membuat persembahan upacara, suasana pawai menuju pura untuk upacara keagamaan, dan suasana macaru atau persembahan kurban.

Pada chapter 4 terdapat cuplikan-cuplikan bisu tentang Ida Boda mengajar legong bersama gamelan palégongan dari Kelandis. Ida Boda (alias Ida Bagus Boda) tentunya menjadi penasihat utama untuk Beka, dan kemungkinan besar juga untuk Odeon dan Walter Spies, terutama dalam memilih para seniman dan sekaa gamelan yang disertakan dalam sesi-sesi rekaman bersejarah pada tahun 1928 itu. Keluarga Ida Boda berasal dari Budakeling, Karangasem, Bali Timur, dan beliau dilahirkan pada 1870 dalam lingkup keluarga Geria Buda di Batuan (sebuah desa yang masih menjunjung tinggi tradisi dramatari klasik gambuh), yang pada saat itu masih dalam lingkup kerajaan Negara, Sukawati. Desa Budakeling, yang kerap beliau kunjungi, juga mempunyai tradisi gambuh yang masih utuh, dan beliau turut serta dan berperan dalam kedua kelompok tersebut. Sebagai anggota dari tiga serangkai penari legendaris, Ida Boda memerankan panasar topéng dan arja bersama Ida Bagus Rai Purya dari Serongga, Gianyar yang memerankan kartala (dalam koleksi Bali 1928, vol. V) dan Nyarikan Seriada (1877-1947) dari Banjar Gemeh yang menjadi tokoh topéng Dalem ‘raja’ atau mantri arja. Kelompok topéng panca mereka kemudian menyertakan I Ketut Keneng dari Belaluan (ayah dari Made Regog dan kakek dari Wayan Beratha) dan Guru Grebeg dari Angabaya. Menurut penari Made Monog (1920-2013) Ida Boda dikenal sebagai pencipta tokoh topéng lucu; bondrés cungih (sumbing), yang nyanyiannya dipengaruhi gaya Sasak.

Pada chapter 5 terdapat cuplikan-cuplikan bisu tentang Ida Pedanda Made Sidemen. Peneliti Utama Bali 1928, Edward Herbst mengutip Raechelle Rubinstein menulis bahwa “Pedanda Made dilahirkan pada tahun 1878 dan merupakan anggota masyarakat Intaran, salah satu dari dua desa adat yang melengkapi unit administratif modern (perbekelan) Sanur…Pedanda Made adalah salah seorang tokoh terhebat yang dimiliki Bali pada masa abad ke-20, dikenal dan dihormati karena pencapaiannya dalam berbagai bidang, di antaranya sebagai pendeta Brahmana (pedanda), ahli persembahan (banten), pembuat topeng, pembuat kendang kayu bulat memanjang dan mempunyai rongga suara (kulkul), arsitek tradisional (undagi), dan seorang penyair, penulis, ilustrator, penutur, penerjemah dan penulis lontar. Beliau bukan saja kompeten dalam masing-masing bidang tersebut, tetapi merupakan ahlinya, seorang perfeksionis, seorang maestro.”

Pada chapter 6 terdapat cuplikan-cuplikan bisu tentang Pura Tanah Lot, Tabanan, alam lingkungan hutan Bali, persawahan berjenjang Jatiluwih, kegiatan membajak sawah, meratakan sawah, menanam padi, memanen padi, menangkap capung unutk lauk, hiburan mengadu jangkrik, dan membuat gula aren.

Pada chapter 7 terdapat cuplikan-cuplikan bisu tentang suasana odalan ‘upacara keagamaan’ di Pura Kehen, Bangli termasuk cuplikan Barong Payangan mapedek ‘berkunjung’ ke Pura Kehen. Dalam penelitiannya saat mengunjungi para tetua di desa setempat, peneliti utama Bali 1928, Dr. Edward Herbst berhasil mendapatkan informasi tentang tiga pemangku ‘rohaniawan’ yang terlibat dalam upacara tersebut yaitu Jero Gede Kehen, Jero Mangku Penyarikan dan Jero Mangku Pasek.

Pada chapter 8 terdapat cuplikan-cuplikan bisu tentang suasana makepung ‘karapan sapi’, alam lingkungan Sungai Ayung, keriangan anak-anak bermain di sungai, hutan monyet Sangeh, satwa klesih ‘trenggiling’, suasana pesisir pantai dengan kehidupan para nelayan tradisional, dan riuhnya suasana matajen ‘sabung ayam’.

Pada chapter 9 terdapat cuplikan-cuplikan bisu tentang suasana upacara penguburan mayat, arak-arakan upacara pembakaran jenazah ‘ngaben’, cuplikan bade ‘menara’ jenazah, suasana pedagang kaki lima di sekitar tempat upacara, persiapan upacara ngaben, keriuhan pelaksanaan upacara ngaben tersebut, penaburan abu ‘nganyut’ ke pantai, dan kehidupan pesisir pulau saat senja menjelang.

Terima kasih kepada Ethnomusicology Archive University of California, Los Angeles dan Colin McPhee Estate yang telah mendukung dan memberi izin kepada Edward Herbst, Arbiter of Cultural Traditions, dan STMIK STIKOM Bali untuk menggunakan, menerbitkan dan menyampaikan cuplikan film ini dan yang lainnya kepada masyarakat luas.

Youtube Playlist – DVD Bali 1928, vol. I: Para Maestro Tari dan Tabuh Legendaris Kebyar di Bali Tahun 1930-an

Berikut adalah daftar putar video-video dari DVD Para Maestro Tari dan Tabuh Legendaris Kebyar di Bali Tahun 1930-an yang merupakan pendamping dari CD Bali 1928, vol. I: Gamelan Gong Kebyar yang merupakan bagian dari Proyek Pemugaran, Penyebaran, dan Pemulangan Kembali Rekaman Musik dan Film Yang Dibuat Pertama Kalinya di Bali pada tahun 1928 hasil kerjasama antara peneliti utama Dr. Edward Herbst, Arbiter of Cultural Traditions di New York yang  dipimpin Allan Evans, dan STIKOM Bali di Indonesia, di bawah koordinasi Marlowe Makaradhwaja.

Adapun  daftar putarnya adalah:

1. I Marya menari Igel Trompong diiringi Gong Belaluan
Pemain kendang: I Made Regog dan I Gusti Alit Oka
Film oleh Miguel Covarrubias (kira-kira tahun 1931)

2. Ida Boda mengajar Légong diiringi Palégongan Kelandis
Film oleh Colin McPhee (antara tahun 1931-1938)

3. I Sampih menari Igel Jongkok (Kebyar Duduk) diiringi Gong Peliatan
Pemain kendang: Anak Agung Gede Mandera
Film oleh Colin McPhee (antara tahun 1932-1935)

4. I Gde Manik dari Jagaraga, Buleleng memainkan Kendang Tunggal
Film oleh Colin McPhee (antara tahun 1931-1938)

5. Gong Jineng Dalem, Buleleng
Pemain trompong: I Gde Lila
Pemain kendang: Pan Rukiasih dan Pan Gelgel
Film oleh Colin McPhee (antara tahun 1931-1938)

6. Baris Malampahan di Tegaltamu
Para penari: I Wayan Serog, I Wayan Tekek, Anak Agung Aji Raka Pajenengan, I Gusti Ngurah Raka Koplogan, dan I Gusti Ngurah Regug
Film oleh Miguel Covarrubias (antara tahun 1930-1934)

7. Baris Poléng Ketekok Jago dari Banjar Tembawu Kelod, Denpasar
Film oleh Miguel Covarrubias (antara tahun 1930-1934)

8. Gangsa Pacek dan Réyong dalam Gong Kebyar
Film oleh Colin McPhee (antara tahun 1931-1938)

9. Gong Gedé Sulahan, Bangli
Film oleh Colin McPhee (antara tahun 1931-1938)

10. Gong Gedé Sulahan, Bangli: Céngcéng Kopyak
Film oleh Colin McPhee (antara tahun 1931-1938)

11. Ngoncang
Munyiang Ketungan dengan Lu Séséh (Kayu Kelapa)
Ngelesung Padi di Ketungan
Nebuk Padi dengan Petung (Bambu)
Film oleh Colin McPhee (antara tahun 1931-1938)

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Rocio Sagaon Vinaver, Djahel Vinaver dan José G. Benitez Muro atas izin yang diberikan untuk memakai rekaman film dari Bali karya Miguel Covarrubias yang telah sangat berguna untuk menggugah kembali kenangan-kenangan masa lalu dari para seniman generasi tua.

Kami juga haturkan terima kasih setulusnya atas kemurahan hati dan kepercayaan dari UCLA Ethnomusicology Archive and Colin McPhee Estate, yang telah meminjamkan banyak piringan hitam aslinya dan juga cuplikan film dan foto-foto oleh Colin McPhee yang sungguh tak ternilai dan berperan begitu besar dalam proyek ini.