Naskah PDF Bali 1928, vol. IV: Music for Temple Festivals and Death Rituals (ENGLISH)

Berikut adalah naskah PDF Bali 1928, vol. IV: Seni Pertunjukan Upacara (Music for Temple Festivals and Death Rituals) dalam bahasa Inggris yang ditulis oleh peneliti utama Bali 1928, Dr. Edward Herbst. Naskah ini memuat ulasan tentang tiga gaya karawitan yang telah muncul sepanjang satu milenium dan kemungkinan selama dua milenium penuh, semuanya dipentaskan pada masa awal abad ke-20 dalam pelbagai odalan ‘perayaan hari kelahiran suatu pura’ dan upacara-upacara yang berkaitan dengan kematian. Praktik menyanyikan kakawin dan palawakia diiringi oleh gamelan gong kebyar yang mutakhir dan radikal bermula di Bali Utara dan menyebar ke seluruh pelosok pulau dalam waktu singkat. Selingan-selingan tabuh kebyar dalam CD ini adalah dalam gaya Kebyar Ding oleh Gong Belaluan, sebuah karya yang sangat berpengaruh dalam perkembangan kebyar (bisa disimak secara lengkap dalam Bali 1928, vol. I).

Dramatari Gambuh yang bersumber dari kesusastraan Malat, mengisahkan kehidupan kebangsawanan dan percintaan pada zaman Majapahit, di masa lalu dipentaskan pada saat upacara-upacara kematian para bangsawan dan juga sebagai hiburan di lingkup puri ‘istana’.

Alat gamelan réyong yang masih digunakan dalam gamelan angklung kléntangan Sidan diabadikan pada tatahan relief-relief batu di Candi Panataran (dibangun pada masa abad ke-11 sampai 14 di Jawa Timur) tetapi réyong dan pelbagai gong péncon dan gong rupanya bermula sejak 896 M dan bisa dibayangkan telah muncul sejak Zaman Perunggu (sekitar 150 SM). Pada masa pra-sejarah 150 SM, masyarakat Bali telah menguasai teknik-teknik pengecoran perunggu yang menurut para arkeolog diterapkan dalam membuat Bulan Péjéng berukuran besar dan drum-drum perunggu ‘nekara’ lainnya. Gamelan angklung (dan kléntangan, dalam bentuk kunanya) lanjut dipentaskan dewasa ini dalam pelbagai odalan dan upacara kematian di seluruh Bali.

Naskah juga mengulas pelbagai seni pertunjukan upacara yang terdapat dalam CD Bali 1928, vol. IV tersebut termasuk Gamelan Gong Kebyar dengan Kakawin dan Palawakia, Gambuh dan Angklung dari Belaluan, Sesetan, Sidan dan Pemogan.

Simak lebih lanjut mengenai versi Bali 1928, vol. IV yang diterbitkan di Amerika Serikat oleh Dr. Edward Herbst dan Arbiter of Cultural Traditions melalui tautan: Arbiter of Cultural Traditions | Music for Temple Festivals and Death Rituals

Selamat membaca.

Download (PDF, 3.01MB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *