Foto

Bali 1930-an: Sekelumit Kisah Tak Lekang Dimakan Waktu

Pemugaran dan pameran kekayaan visual Bali 1930-an dalam format foto pun amat penting mengingat imaji-imaji masa lalu tersebut merupakan lorong waktu akan generasi tetua Bali yang penuh pemberontakan kreatif, berani, penuh pengabdian dan yang terpenting, terbuka dengan perubahan masa. Keberhasilan mitra kami, Rio Helmi, seorang visual bard ‘fotografer kawakan’ dari Bali dalam mereproduksi foto-foto hasil repatriasi – dalam kualitas standar pengarsipan dunia – semisal imaji masa muda Ida Bagus Oka Kerebuak, Marya, Kalér, Lotring, Ni Gusti Putu Rengkeg, Ni Pempen dan lain-lain sungguh-sungguh mengharukan dan membangkitkan memori kolektif akan sebuah masa renaissance kebudayaan Bali yang teguh sepanjang jaman.

Berikut adalah slideshow foto dari naskah-naskah hasil penelitian (dalam format PDF) yang terdapat dalam koleksi CD Bali 1928 yang ditulis oleh Dr. Edward Herbst.

1. Bali 1928, vol. I – Gamelan Gong Kebyar: Tabuh-tabuh dari Belaluan, Pangkung, dan Busungbiu

 

2. Bali 1928, vol. II – Tembang Kuna: Nyanyian dari Masa Lampau: Tembang, Kidung dan Kakawin dari Geria Pidada Klungkung, Geria Budha Kaliungu, Banjar Abian Timbul, Geria Tampakgangsul dan Penarukan, Singaraja

 

3. Bali 1928, vol. III – Lotring dan Sumber-Sumber Tradisi Gamelan: Semar Pagulingan, Calonarang, Palégongan, Gendér Wayang, Gambang & Gandrung dari Titih, Kuta, Kaliungu, Pura Kawitan Kelaci dan Pagan

 

4. Bali 1928, vol. IV – Seni Pertunjukan Upacara: Gamelan Gong Kebyar dengan Kakawin dan Palawakia, Gambuh dan Angklung-Kléntangan dari Belaluan, Sesetan, Sidan dan Pemogan

 

5. Bali 1928, vol. V – Nyanyian dalam Dramatari: Jangér, Arja, Topéng dan Cepung – Ansambel dari Kedaton, Abian Timbul, Sesetan, Belaluan, Kaliungu dan Lombok

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *