Bali 1928, vol. V: Nyanyian dalam Dramatari

Berikut adalah rangkuman materi-materi yang terdapat dalam Bali 1928, vol. V: Nyanyian dalam Dramatari

Bali-1928-Vol-V

Berikut adalah daftar putar video-video dari DVD Panorama, Tari, Tabuh dan Nyanyian Bali Tahun 1930-an yang merupakan pendamping dari CD Bali 1928, vol. IV: V: Nyanyian dalam Dramatari: Jangér, Arja, Topéng dan Cepung yang merupakan bagian dari Proyek Pemugaran, Penyebaran, dan Pemulangan Kembali Rekaman Musik dan Film Yang Dibuat Pertama Kalinya di Bali pada tahun 1928 hasil kerjasama antara peneliti utama Dr. Edward Herbst, Arbiter of Cultural Traditions di New York yang dipimpin Allan Evans, dan STIKOM Bali di Indonesia, di bawah koordinasi Marlowe Makaradhwaja.

Terima kasih kepada Ethnomusicology Archive University of California, Los Angeles dan Colin McPhee Estate yang telah mendukung dan memberi izin kepada Edward Herbst, Arbiter of Cultural Traditions, dan STMIK STIKOM Bali untuk menggunakan, menerbitkan dan menyampaikan cuplikan film ini dan yang lainnya kepada masyarakat luas.

Terima kasih kepada Rocio Sagaon Vinaver, Djahel Vinaver, dan José G. Benitez Muro yang telah mendukung dan memberi izin kepada Edward Herbst, Arbiter of Cultural Traditions, dan STMIK STIKOM Bali untuk menggunakan, menerbitkan dan menyampaikan cuplikan film ini dan yang lainnya kepada masyarakat luas.

1. Pelbagai panaroma kota Surabaya, Jawa Timur yang direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1931-1938.
2. Persembahan tari oleh Walter Spies dan Katharane Mershon di hadapan penonton Bali. Cuplikan film ini direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1931-1938.
3. Rosa Covarrubias, Ni Made Gubreg & I Gusti Alit Oka berdandan unutk sebuah upacara keagamaan. Film direkam oleh Miguel Covarrubias antara tahun 1930-1934.
4. Jangér Kedaton termasuk Ni Wayan Pempen, Ni Gusti Putu Rengkeg & I Wayan Marek. Film direkam oleh Miguel Covarrubias antara tahun 1930-1934.
5. Para penabuh gamelan geguntangan Batuan termasuk Ida Bagus Manje (kendang), I Déwa Nyoman Dadug (kendang), I Déwa Ketut Genjing (suling), I Wayan Rugrug (kelintit), dan I Déwa Putu Sérong (kelenang). Cuplikan direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1931-1938.
6. Para penabuh gamelan geguntangan Peliatan: Anak Agung Gedé Mandera (kendang), I Gusti Kompyang Pangkung (suling), I Madé Lebah (kendang), Mangku Gedé Pura Dalem (guntang kempluk) and I Madé Gerundung (guntang kempli). Cuplikan direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1931-1938.
7. Ansambel gamelan geguntangan. Cuplikan ini direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1931-1938.
8. Alat gamelan bernama perérét. Cuplikan ini direkam oleh Colin McPhee antara tahun 1931-1938.
9. Pementasan dan prosesi barong landung. Film direkam oleh Miguel Covarrubias antara tahun 1930-1934.

2. Slideshow foto yang terangkum dari naskah (PDF) “Nyanyian dalam Dramatari: Jangér, Arja, Topéng dan Cepung – Ansambel dari Kedaton, Abian Timbul, Sesetan, Belaluan, Kaliungu dan Lombok” yang ditulis oleh Dr. Edward Herbst.

 

3. Naskah “Nyanyian dalam Dramatari: Jangér, Arja, Topéng dan Cepung – Ansambel dari Kedaton, Abian Timbul, Sesetan, Belaluan, Kaliungu dan Lombok” (PDF) karya Dr. Edward Herbst dalam bahasa Indonesia dan Inggris

Download (PDF, 5.32MB)

Download (PDF, 1.89MB)

Edward Herbst adalah pimpinan proyek, etnomusikolog, dan peneliti utama dari Bali 1928 “Pemugaran, Penyebaran, dan Pemulangan Kembali Rekaman Musik dan Film Yang Dibuat Pertama Kalinya di Bali pada tahun 1928” bekerjasama dengan STIKOM Bali selaku penerbit di Indonesia, dan Arbiter Cultural Traditions di bawah pimpinan Allan Evans selaku pemugar kualitas audio dari piringan-piringan bersejarah Odeon dan Beka tahun 1928.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *