Tentang Arsip Bali 1928

Dr. Edward Herbst mempresentasikan koleksi Arsip Bali 1928

Edward Herbst dan istrinya, Beth Skinner belajar dari I Nyoman Kakul, master gambuh, baris, dan topéng, sembari tinggal dengan keluarganya di Batuan. Pada tahun 1980-1981, Herbst mendapat hibah dari Fulbright-Hays untuk mempelajari dan meneliti pementasan musik vokal dengan gamelan dan dramatari di Bali selama lima belas bulan, berguru di antaranya dengan I Madé Pasek Tempo dari Tampaksiring, Ni Nyoman Candri, Wayan Rangkus dan Pandé Madé Kenyir dari Singapadu, serta I Ketut Rinda dari Blahbatuh. Herbst ditugaskan oleh sanggar teater-tari eksperimental Indonesia di bawah pimpinan Sardono Kusumo untuk berkolaborasi sebagai komponis dan vokal tunggal dalam Maha Buta di Swiss dan Meksiko serta dalam film karya Sardono, The Sorceress of Dirah, di Indonesia.

Setelah meraih Ph.D dalam bidang Etnomusikologi dari Wesleyan University, Herbst kembali berada di Bali selama empat bulan pada tahun 1992 (dibiayai oleh Asian Cultural Council) untuk menyelesaikan penelitian untuk buku Voices in Bali: Energies and Perceptions in Vocal Music and Dance Theater. Herbst terus membagi waktunya antara penelitian, mengajar dan turut serta dalam berbagai proyek kreatif di Indonesia dengan perannya di Amerika Serikat sebagai salah seorang artistik direktur dan komponis untuk kelompok pementasan Triple Shadow.

Marlowe Bandem dalam satu kesempatan memperkenalkan Arsip Bali 1928 kepada khalayak ramai di Karangasem (2018)

Sejak diresmikan, Koordinator Arsip Bali 1928 di Indonesia adalah Marlowe Bandem yang merupakan Wakil Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar yang menaungi beberapa aset pendidikan TIK di Bali dan Jawa, termasuk STMIK STIKOM Bali, SMKTI Bali Global dan STT Bandung. Ia juga adalah seorang bankir, penggiat kreatif dan pemerhati budaya Bali.