Naskah PDF Bali 1928, vol. II: Tembang Kuna • Songs from an Earlier Time (ENGLISH)

Berikut adalah naskah PDF Bali 1928, vol. II: Tembang Kuna dalam bahasa Inggris yang ditulis oleh peneliti utama Bali 1928, Dr. Edward Herbst. Naskah ini memuat ulasan tentang perkembangan pelbagai jenis nyanyian Bali pada masa tahun 1930-an, termasuk pula pembahasan tentang para maestro seni suara Bali, ragam teknik, dan pelbagai istilah dalam nyanyian Bali. Naskah juga mengulas masing-masing gending yang terdapat dalam CD Bali 1928, vol. II tersebut.

Simak lebih lanjut mengenai versi Bali 1928, vol. II yang diterbitkan di Amerika Serikat oleh Dr. Edward Herbst dan Arbiter of Cultural Traditions melalui tautan: Arbiter of Cultural Traditions | Tembang Kuna • Songs from an Earlier Time

Selamat membaca.

Download (PDF, 1.83MB)

 

Naskah PDF Bali 1928, vol. I: Gamelan Gong Kebyar (ENGLISH)

Berikut adalah naskah PDF Bali 1928, vol. I: Gamelan Gong Kebyar dalam bahasa Inggris yang ditulis oleh peneliti utama Bali 1928, Dr. Edward Herbst. Naskah ini memuat ulasan tentang perkembangan Gamelan Bali pada masa tahun 1930-an, khususnya Gamelan Gong Kebyar di Belaluan, Pangkung dan Busungbiu. Artikel juga mengulas masing-masing gending yang terdapat dalam CD tersebut. Artikel berikutnya dalam CD adalah penjelasan tentang istilah-istilah yang umum dalam gamelan Bali.

Simak lebih lanjut mengenai versi Bali 1928 yang diterbitkan di Amerika Serikat oleh Dr. Edward Herbst dan Arbiter of Cultural Traditions melalui situs: Arbiter of Cultural Traditions | Gamelan Gong Kebyar

Selamat membaca.

Download (PDF, 621KB)

Download (PDF, 135KB)

Youtube Playlist – DVD Bali 1928, vol. II: Imaji dari Masa Lampau

Berikut adalah daftar putar video-video dari DVD Bali 1928, vol. II berjudul Imaji dari Masa Lampau yang merupakan materi pendamping dari CD Bali 1928, vol. II Tembang Kuna: Nyanyian dari Masa Lampau yang bermaterikan berbagai tembang, kidung dan kakawin dari seluruh Bali pada masa tahun 1930-an. CD dan DVD ini merupakan bagian dari Proyek Pemugaran, Penyebaran, dan Pemulangan Kembali Rekaman Musik dan Film Yang Dibuat Pertama Kalinya di Bali pada tahun 1928 hasil kerjasama antara peneliti utama Dr. Edward Herbst, Arbiter of Cultural Traditions di New York yang  dipimpin Allan Evans, dan STIKOM Bali di Indonesia, di bawah koordinasi Marlowe Makaradhwaja.

DVD Bali 1928 Imaji dari Masa Lampau bermaterikan berbagai cuplikan film lingkungan alam dan kehidupan sehari-hari masyarakat Bali termasuk juga beberapa cuplikan film tentang tokoh-tokoh terkenal Bali seperti Ida Pedanda Made Sidemen, I Gusti Ketut Kandel, dan Ida Boda. Semua cuplikan dalam DVD ini bersumber dari film-film bisu karya Colin McPhee.

Pada chapter 1 terdapat cuplikan-cuplikan bisu tentang alam lingkungan Gunung Batur, persawahan Bali, kehidupan di desa-desa Bali, pembuatan atap dari alang-alang, menenun, I Gusti Ketut Kandel membuat topeng, menjala ikan secara tradisional, memetik kelapa, menumbuk padi, dan anak-anak memandikan kerbau.

Pada chapter 2 terdapat cuplikan-cuplikan bisu tentang suasana persungaian, Pura Tirta Empul, pemintalan benang, penenunan tenun ikat, pembuatan tembikar tanah liat, suasana pasar guci tanah liat, suasana pesisir pantai dan laut, sabut kelapa, gambir, pamor dan mako, daun sirih, buah pinang, suasana pasar tradisional, pelbagai macam dagangan dan jajanan, uang kepeng, dan kehidupan masyarakat pedesaan.

Pada chapter 3 terdapat cuplikan-cuplikan bisu tentang Pura Besakih, Padma Tiga Pura Besakih, cuplikan perhutanan, aktivitas masyarakat Bali seperti membuat persembahan upacara, suasana pawai menuju pura untuk upacara keagamaan, dan suasana macaru atau persembahan kurban.

Pada chapter 4 terdapat cuplikan-cuplikan bisu tentang Ida Boda mengajar legong bersama gamelan palégongan dari Kelandis. Ida Boda (alias Ida Bagus Boda) tentunya menjadi penasihat utama untuk Beka, dan kemungkinan besar juga untuk Odeon dan Walter Spies, terutama dalam memilih para seniman dan sekaa gamelan yang disertakan dalam sesi-sesi rekaman bersejarah pada tahun 1928 itu. Keluarga Ida Boda berasal dari Budakeling, Karangasem, Bali Timur, dan beliau dilahirkan pada 1870 dalam lingkup keluarga Geria Buda di Batuan (sebuah desa yang masih menjunjung tinggi tradisi dramatari klasik gambuh), yang pada saat itu masih dalam lingkup kerajaan Negara, Sukawati. Desa Budakeling, yang kerap beliau kunjungi, juga mempunyai tradisi gambuh yang masih utuh, dan beliau turut serta dan berperan dalam kedua kelompok tersebut. Sebagai anggota dari tiga serangkai penari legendaris, Ida Boda memerankan panasar topéng dan arja bersama Ida Bagus Rai Purya dari Serongga, Gianyar yang memerankan kartala (dalam koleksi Bali 1928, vol. V) dan Nyarikan Seriada (1877-1947) dari Banjar Gemeh yang menjadi tokoh topéng Dalem ‘raja’ atau mantri arja. Kelompok topéng panca mereka kemudian menyertakan I Ketut Keneng dari Belaluan (ayah dari Made Regog dan kakek dari Wayan Beratha) dan Guru Grebeg dari Angabaya. Menurut penari Made Monog (1920-2013) Ida Boda dikenal sebagai pencipta tokoh topéng lucu; bondrés cungih (sumbing), yang nyanyiannya dipengaruhi gaya Sasak.

Pada chapter 5 terdapat cuplikan-cuplikan bisu tentang Ida Pedanda Made Sidemen. Peneliti Utama Bali 1928, Edward Herbst mengutip Raechelle Rubinstein menulis bahwa “Pedanda Made dilahirkan pada tahun 1878 dan merupakan anggota masyarakat Intaran, salah satu dari dua desa adat yang melengkapi unit administratif modern (perbekelan) Sanur…Pedanda Made adalah salah seorang tokoh terhebat yang dimiliki Bali pada masa abad ke-20, dikenal dan dihormati karena pencapaiannya dalam berbagai bidang, di antaranya sebagai pendeta Brahmana (pedanda), ahli persembahan (banten), pembuat topeng, pembuat kendang kayu bulat memanjang dan mempunyai rongga suara (kulkul), arsitek tradisional (undagi), dan seorang penyair, penulis, ilustrator, penutur, penerjemah dan penulis lontar. Beliau bukan saja kompeten dalam masing-masing bidang tersebut, tetapi merupakan ahlinya, seorang perfeksionis, seorang maestro.”

Pada chapter 6 terdapat cuplikan-cuplikan bisu tentang Pura Tanah Lot, Tabanan, alam lingkungan hutan Bali, persawahan berjenjang Jatiluwih, kegiatan membajak sawah, meratakan sawah, menanam padi, memanen padi, menangkap capung unutk lauk, hiburan mengadu jangkrik, dan membuat gula aren.

Pada chapter 7 terdapat cuplikan-cuplikan bisu tentang suasana odalan ‘upacara keagamaan’ di Pura Kehen, Bangli termasuk cuplikan Barong Payangan mapedek ‘berkunjung’ ke Pura Kehen. Dalam penelitiannya saat mengunjungi para tetua di desa setempat, peneliti utama Bali 1928, Dr. Edward Herbst berhasil mendapatkan informasi tentang tiga pemangku ‘rohaniawan’ yang terlibat dalam upacara tersebut yaitu Jero Gede Kehen, Jero Mangku Penyarikan dan Jero Mangku Pasek.

Pada chapter 8 terdapat cuplikan-cuplikan bisu tentang suasana makepung ‘karapan sapi’, alam lingkungan Sungai Ayung, keriangan anak-anak bermain di sungai, hutan monyet Sangeh, satwa klesih ‘trenggiling’, suasana pesisir pantai dengan kehidupan para nelayan tradisional, dan riuhnya suasana matajen ‘sabung ayam’.

Pada chapter 9 terdapat cuplikan-cuplikan bisu tentang suasana upacara penguburan mayat, arak-arakan upacara pembakaran jenazah ‘ngaben’, cuplikan bade ‘menara’ jenazah, suasana pedagang kaki lima di sekitar tempat upacara, persiapan upacara ngaben, keriuhan pelaksanaan upacara ngaben tersebut, penaburan abu ‘nganyut’ ke pantai, dan kehidupan pesisir pulau saat senja menjelang.

Terima kasih kepada Ethnomusicology Archive University of California, Los Angeles dan Colin McPhee Estate yang telah mendukung dan memberi izin kepada Edward Herbst, Arbiter of Cultural Traditions, dan STMIK STIKOM Bali untuk menggunakan, menerbitkan dan menyampaikan cuplikan film ini dan yang lainnya kepada masyarakat luas.

Sekilas Tentang Proyek Penelitian & Penerbitan CD/DVD Bali 1928

Selamat datang di situs Bali1928.net yang merupakan pusat data dan informasi tentang proyek Bali 1928 “Restoration, Dissemination and Repatriation of the Earliest Music Recordings and Films in Bali” yang dilakukan oleh peneliti utama Dr. Edward Herbst bekerjasama dengan Arbiter of Cultural Traditions dan STMIK STIKOM BALI.

Sebagai upaya pemugaran, penyebaran, dan pemulangan kembali warisan pusaka seni dan budaya Bali dari tahun 1930-an, proyek ini menerbitkan lima volume CD yang berisi berbagai rekaman tabuh dan nyanyian karya seniman dan sekaa gamelan legendaris dari berbagai daerah di Bali. Selain itu, lima volume CD tersebut didampingi juga oleh lima volume DVD yang memuat cuplikan-cuplikan film tentang pemandangan alam dan kehidupan masyarakat Bali pada masa tahun 1930-an termasuk pula  berbagai pilihan seni tari dan tabuh yang dipentaskan oleh para seniman besar Bali pada di masa itu.

Beka-Pupuh-Adri-RecordRekaman audio dalam CD bersumber dari berbagai piringan hitam yang diterbitkan oleh label rekaman Odeon dan Beka dari Jerman pada masa tahun 1928-1929 yang selama bertahun-tahun dikumpulkan dari berbagai pusat arsip di seluruh dunia oleh peneliti utama Dr. Edward Herbst serta dipugar kembali kualitasnya oleh Allan Evans dari Arbiter of Cultural Traditions di New York. Sedangkan cuplikan-cuplikan film yang dimuat dalam DVD bersumber dari film-fim kuna karya Colin McPhee, Miguel Covarrubias dan Rolf de Maré dan disunting oleh Ridwan Rudianto dari Bali. Lima volume CD dan DVD tersebut akan diluncurkan pada semester pertama tahun 2015. Penerbitan lima volume CD dan DVD juga didampingi naskah-naskah hasil penelitian oleh Dr. Edward Herbst yang bisa didapatkan dalam CD maupun diunduh secara bebas di situs ini.

Proyek penelitian dan penerbitan rekaman-rekaman bersejarah ini didukung sepenuhnya oleh Research Foundation di The City University of New York (CUNY) yang menerima hibah dari The Andrew W. Mellon Foundation dan melibatkan Dr. Edward Herbst sebagai koordinator proyek, etnomusikolog dan peneliti utama, Allan Evans dari Arbiter of Cultural Traditions di New York sebagai ahli pemugaran kualitas rekaman audio piringan hitam, serta Dr. I Made Bandem sebagai penasihat ahli. Rekan penerbit kami di Indonesia adalah STMIK STIKOM BALI yang dipimpin Dr. Dadang Hermawan dengan koordinator proyek Marlowe Makaradhwaja, video editor Ridwan Rudianto, desainer grafis Jaya Pattra Ditya, serta Marlowe Makaradhwaja dan I Wayan Juniartha sebagai penerjemah artikel ini ke dalam bahasa Indonesia. Situs ini sepenuhnya digubah dan dikelola oleh Dr. Edward Herbst dan Marlowe Makaradhwaja dengan dukungan dari STMIK STIKOM BALI.

Saat ini tim peneliti dan penerbit sedang merampungkan dua volume CD dan DVD yaitu Bali 1928, vol. I: Gamelan Gong Kebyar – Tabuh-tabuh dari Belaluan, Pangkung, dan Busungbiu dan Bali 1928, vol. II: Tembang Kuna: Nyanyian dari Masa Lampau – Tembang, Kidung dan Kakawin dari Geria Pidada, Klungkung, Geria Budha Kaliungu, Banjar Abian Timbul, Geria Tampakgangsul dan Penarukan, Singaraja.

Continue reading