Sinema Bali 1928 di Taman Baca Kesiman

Sinema Bali 1928 di Taman Baca Kesiman

Sinema Bali 1928 di Taman Baca Kesiman

Mari bergabung dan ikuti acara Sinema Bali 1928 pada:
Hari Sabtu, 10 Desember 2016
Pukul 19.00 WITA
Bertempat di Taman Baca Kesiman (Jalan Sedap Malam No. 234, Kesiman – Denpasar).

Kami akan melakukan penayangan film-film Bali kuna tahun 1930-an karya Colin McPhee, Miguel Covarrubias, dan Rolf de Maré yang disertai pemutaran rekaman bersejarah tabuh & tembang Bali karya Odeon & Beka (1928-29).

Selain mempersembahkan khazanah seni Bali masa tahun 1930-an, Sinema Bali 1928 di Taman Baca Kesiman ini akan menampilkan beragam cuplikan baru tentang Barong Kesiman.

Acara akan dibuka dengan pementasan tari Condong oleh penari muda, Citra Aryani Rudianto dan ditutup dengan diskusi tentang repatriasi seni bersama koordinator arsip bali 1928, Marlowe Bandem.

TERBUKA UNTUK UMUM – GRATIS – TEMPAT TERBATAS

Bali 1928 Photo Exhibition at Rio Helmi Photo Gallery & Café, Ubud

Poster-Photo-Exhibition-Bali1928

Pameran Foto
The Bali 1928 Archives: Photographic Images from the Beginnings of Bali’s Modern History
18-27 Maret 2016
Rio Helmi Photo Gallery & Café Ubud

Pameran Foto dari arsip Bali 1928 yang bertajuk “Photographic Images from the Beginnings of Bali’s Modern History” ini dipersembahkan oleh STMIK STIKOM Bali dan fotografer kenamaan Indonesia, Rio Helmi, dan akan berlangsung dari tanggal 18 -27 Maret 2016 di Rio Helmi Photo Gallery & Café, Ubud.

Adapun foto-foto yang dipamerkan merupakan koleksi Arsip Bali 1928 yang selama ini dikerjakan oleh Dr. Edward Herbst, Arbiter of Cultural Traditions New York, dan STMIK STIKOM Bali.

Arsip Bali 1928 merupakan hasil pemugaran, penyebaran, dan pemulangan kembali warisan pusaka seni dan budaya Bali dari tahun 1930-an, termasuk puluhan rekaman komersial ‘long lost recordings’ piringan-piringan hitam karya label rekaman Jerman, Odeon & Beka yang dilakukan pertama kalinya di Bali pada tahun 1928-29, kemudian rekaman-rekaman film 16 mm bisu-hitam-putih yang dilakukan oleh peneliti-peneliti berpengaruh Colin McPhee, Miguel Covarrubias, dan Rolf de Maré, dan terakhir puluhan foto-foto tentang masa kesejarahan modern Bali pada masa tahun 1930-an oleh Colin McPhee, Walter Spies, Arthur Fleischmann, Jack Mershon dan lain-lain.

Continue reading

BALI 1928: DIALOG BUDAYA & PERTUNJUKAN SENI DI BENTARA BUDAYA BALI 12 JULI 2015

Pada tanggal 12 Juli 2015 yang lalu, kami melaksanakan acara Dialog Budaya & Pertunjukan Seni terkait peluncuran lima volume CD/DVD Bali 1928, bertempat di Bentara Budaya Bali, Ketewel, Gianyar. Acara tersebut terselenggara atas kerjasama STMIK STIKOM Bali, Arbiter of Cultural and Traditions New York, dan Bentara Budaya Bali.

Acara tersebut berangkat dari upaya Dr. Edward Herbst bersama peneliti lainnya yang selama bertahun-tahun mengumpulkan aneka koleksi piringan hitam yang dibuat pertama kali tahun 1928 di Bali dan Lombok oleh wakil perusahaan rekaman Odeon dan Beka dari Jerman.

Kekayaan koleksi tersebut kemudian direstorasi oleh Allan Evans dari Arbiter of Cultural Traditions di New York. Koleksi Bali 1928 merupakan bagian koleksi pertama kali serta satu-satunya tentang karawitan Bali yang pada masa sebelum Perang Dunia Kedua, direkam dan diluncurkan secara komersial di Bali.

Continue reading

Naskah PDF Bali 1928, vol. IV: Music for Temple Festivals and Death Rituals (ENGLISH)

Berikut adalah naskah PDF Bali 1928, vol. IV: Seni Pertunjukan Upacara (Music for Temple Festivals and Death Rituals) dalam bahasa Inggris yang ditulis oleh peneliti utama Bali 1928, Dr. Edward Herbst. Naskah ini memuat ulasan tentang tiga gaya karawitan yang telah muncul sepanjang satu milenium dan kemungkinan selama dua milenium penuh, semuanya dipentaskan pada masa awal abad ke-20 dalam pelbagai odalan ‘perayaan hari kelahiran suatu pura’ dan upacara-upacara yang berkaitan dengan kematian. Praktik menyanyikan kakawin dan palawakia diiringi oleh gamelan gong kebyar yang mutakhir dan radikal bermula di Bali Utara dan menyebar ke seluruh pelosok pulau dalam waktu singkat. Selingan-selingan tabuh kebyar dalam CD ini adalah dalam gaya Kebyar Ding oleh Gong Belaluan, sebuah karya yang sangat berpengaruh dalam perkembangan kebyar (bisa disimak secara lengkap dalam Bali 1928, vol. I).

Dramatari Gambuh yang bersumber dari kesusastraan Malat, mengisahkan kehidupan kebangsawanan dan percintaan pada zaman Majapahit, di masa lalu dipentaskan pada saat upacara-upacara kematian para bangsawan dan juga sebagai hiburan di lingkup puri ‘istana’.

Continue reading