About Us

Arsip Bali 1928 berangkat dari upaya banyak Baliologist terutama Dr. Edward Herbst yang dengan tekun selama bertahun-tahun berhasil mengumpulkan aneka piringan hitam terkait gamelan dan nyanyian Bali produksi label rekaman Jerman bernama Odeon dan Beka yang pada tahun 1928-29 meluaskan cakupannya ke Bali untuk melakukan serangkaian rekaman bersejarah, rekaman-rekaman komersial yang pertama-kalinya dilakukan di Bali.

Dr. Edward Herbst adalah direktur proyek dan peneliti utama dari Proyek Repatriasi Bali 1928. Sejak tahun 1972, ia telah berkali-kali mengunjungi Bali dan belajar kesenian Bali dari sejumlah empu seni Bali. Kini, Edward Herbst membagi waktunya antara Bali and Amerika Serikat, untuk melanjutkan riset dan menyelesaikan penulisan buku terkait khasanah Bali masa tahun 1930-an.

Edward Herbst pertama kali mengunjungi Bali pada tahun 1972 sembari menyelesaikan studi B.A. di Bennington College dan dibiayai oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) selama setahun untuk mempelajari gendรฉr wayang dan palรฉgongan dari I Madรฉ Gerindem di Teges Kanginan, praktik pembuatan dan akustik gong di Tihingan, Klungkung, dan mempelajari keterhubungan gamelan dan dramatari.

Edward Herbst dan istrinya, Beth Skinner belajar dari I Nyoman Kakul, master gambuhbaris, dan topรฉng, sembari tinggal dengan keluarganya di Batuan. Pada tahun 1980-1981, Herbst mendapat hibah dari Fulbright-Hays untuk mempelajari dan meneliti pementasan musik vokal dengan gamelan dan dramatari di Bali selama lima belas bulan, berguru di antaranya dengan I Madรฉ Pasek Tempo dari Tampaksiring, Ni Nyoman Candri, Wayan Rangkus dan Pandรฉ Madรฉ Kenyir dari Singapadu, serta I Ketut Rinda dari Blahbatuh. Herbst ditugaskan oleh sanggar teater-tari eksperimental Indonesia di bawah pimpinan Sardono Kusumo untuk berkolaborasi sebagai komponis dan vokal tunggal dalam Maha Buta di Swiss dan Meksiko serta dalam film karya Sardono, The Sorceress of Dirah, di Indonesia.

Setelah meraih Ph.D dalam bidang Etnomusikologi dari Wesleyan University, Herbst kembali berada di Bali selama empat bulan pada tahun 1992 (dibiayai oleh Asian Cultural Council) untuk menyelesaikan penelitian untuk buku Voices in Bali: Energies and Perceptions in Vocal Music and Dance Theater. Herbst terus membagi waktunya antara penelitian, mengajar dan turut serta dalam berbagai proyek kreatif di Indonesia dengan perannya di Amerika Serikat sebagai salah seorang artistik direktur dan komponis untuk kelompok pementasan Triple Shadow.

Sejak diresmikan, manajer Arsip Bali 1928 di Indonesia adalah Marlowe Bandem yang merupakan anggota Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar yang menaungi beberapa aset pendidikan TIK di Bali dan Jawa, termasuk ITB STIKOM Bali, SMKTI Bali Global dan STT Bandung. Ia juga adalah seorang bankir, penggiat kreatif dan pemerhati budaya Bali, dan kini penasihat SAKA Museum di Ayana Bali.


Pages: 1 2

Back to top arrow

What are you looking for?