Photographs

Bali 1930-an: Sekelumit Kisah Tak Lekang Ditelan Waktu


Pemugaran dan pameran kekayaan visual Bali 1930-an dalam format fotografi menjadi semakin penting, mengingat imaji-imaji masa lalu ini adalah semacam lorong waktu menuju generasi tetua Bali—generasi yang penuh keberanian, pemberontakan kreatif, ketekunan pengabdian, dan, yang tak kalah penting, keterbukaan terhadap perubahan zaman. Dalam kerja aktivasi koleksi, Arsip Bali 1928 telah mencetak lebih dari 50 foto berukuran A2 dan A3, lalu memamerkannya secara rutin di berbagai titik di Bali, bahkan hingga Tokyo, agar arsip tidak berhenti sebagai dokumentasi semata, melainkan hadir sebagai pertemuan publik dengan ingatan.


Keberhasilan mitra kami, Rio Helmi—seorang “visual bard” kawakan Bali—dalam mereproduksi foto-foto hasil repatriasi dengan kualitas yang memenuhi standar pengarsipan internasional sungguh mengharukan. Reproduksi ini bukan hanya soal ketajaman teknis, tetapi juga tentang menghadirkan kembali wajah-wajah dan kisah-kisah yang membentuk satu periode renaissance kebudayaan Bali yang gemilang: imaji masa muda Ida Bagus Oka Kerebuak, Marya, Kalér, Lotring, Ni Gusti Putu Rengkeg, Ni Pempen, dan banyak tokoh lain yang jejaknya terus berdenyut dalam memori kolektif hingga hari ini.

Bila Anda tertarik untuk bekerja sama memamerkan foto-foto ini dalam festival seni dan budaya Anda—sebagai pameran, program publik, pemutaran arsip, atau aktivasi kuratorial lainnya—silakan hubungi kami untuk membahas format, kebutuhan ruang, serta opsi peminjaman dan presentasi karya.


Back to top arrow

What are you looking for?