FAQ

Arsip Bali 1928 — Soal Sering Ditanya

Apa itu Arsip Bali 1928?

Arsip Bali 1928 adalah kolaborasi dan kerja budaya lintas negara yang berkesinambungan dalam bidang repatriasi, digitisasi, penelitian, dan penyebarluasan, berbagai dokumen dan rekaman bersejarah Bali tahun 1930-an dalam format digital.


Materi apa saja yang menjadi fokus Arsip Bali 1928?

Fokus dari kerja budaya ini adalah pemulangan kembali berbagai rekaman komersial pertama yang dibuat di Bali pada tahun 1928–1929 oleh label Jerman Odeon dan Beka. Selain itu, arsip ini juga memulangkan kembali berbagai film dan foto yang dibuat oleh para peneliti, seniman, dan pengisah budaya yang berkunjung ke Bali pada tahun 1930-an.

Mengapa rekaman ini penting bagi musik Bali hari ini?

Di antara 111 rekaman audio dalam arsip ini terdapat contoh-contoh awal gong kebyar dan tembang, atau musik vokal Bali, yang dalam banyak kasus sudah tidak lagi beredar atau jarang terdengar. Rekaman ini memungkinkan para musisi masa kini mempelajari laras sebelum masa perang, cara pengolahan frasa, ornamentasi, serta struktur komposisi, lalu mengadaptasi atau menafsirkannya kembali dalam praktik pertunjukan hari ini. Sesuatu yang hampir hilang dan memudar dari ingatan kini kembali menjadi rujukan yang hidup.

Apa yang berubah melalui repatriasi?

Repatriasi membantu menggeser kuasa penafsiran. Materi-materi yang sebelumnya lebih banyak tersimpan di lembaga-lembaga Eropa dan Amerika kini semakin dapat diakses di Bali. Sehingga, para guru dan komunitas di desa-desa dapat menafsirkan serta menggunakannya berdasarkan kebutuhan dan sudut pandang mereka sendiri. Materi-materi ini tidak lagi hanya diperlakukan sebagai objek kajian akademik luar negeri, tetapi juga sebagai sarana refleksi lokal, pembelajaran, dan strategi kebudayaan.

Mengapa repatriasi dianggap menyembuhkan sekaligus melahirkan sesuatu yang baru?

Repatriasi dapat bersifat menyembuhkan, dengan membantu mengobati sebagian luka yang ditinggalkan oleh praktik pengumpulan kolonial dan pemindahan arsip budaya dari tempat asalnya. Pada saat yang sama, repatriasi juga bersifat generatif karena membuka ruang baru bagi eksperimen, imajinasi, dan pembaruan budaya.


Siapa yang mengelola kerja budaya ini?

Upaya pemajuan kebudayaan ini dikelola oleh etnomusikolog Edward Herbst (RF-CUNY), Marlowe Bandem (ITB STIKOM Bali), dan Allan Evans (Arbiter of Cultural Traditions), bekerja sama dengan berbagai lembaga arsip baik lokal, nasional, maupun global.


Apakah Arsip Bali 1928 hanya sebuah arsip statis?

Tidak. Arsip Bali 1928 bukan sekadar tempat penyimpanan media bersejarah. Arsip ini berupaya merawat keterhubungan yang terus berkembang antara materi arsip dan komunitas Bali masa kini, yang dibentuk melalui proses pengembalian, mendengarkan kembali, pelibatan masyarakat, dan penafsiran ulang.

Bagaimana Arsip Bali 1928 mendukung dialog antargenerasi?

Melalui Sinema Bali 1928, materi arsip dibawa kembali ke desa-desa tempat materi tersebut semula dibuat. Generasi muda dapat melihat dan mendengar kembali keahlian kakek-nenek dan leluhur mereka. Pertemuan semacam ini sering memantik pilihan-pilihan baru dalam komposisi, busana, dan tata panggung hari ini; menghidupkan kembali cerita keluarga dan ingatan lokal; membuka ruang untuk mengoreksi narasi sejarah yang selama ini diterima; serta menumbuhkan kembali kebanggaan terhadap gaya dan tradisi desa masing-masing.

Bagaimana arsip ini melestarikan seni dan budaya?

Materi-materi yang telah dipulihkan dari berbagai sumber bukan dimaksudkan untuk membekukan budaya pada masa lampau. Sebaliknya, materi-materi tersebut menjadi pemantik bagi kreativitas baru: komposisi musik, rekonstruksi tari, film, karya teater, instalasi museum, dan proyek digital. Arsip Bali 1928 menunjukkan bahwa menoleh ke masa lalu dapat membuka jalan estetika dan intelektual yang baru, bukan mengunci perkembangan seni dan budaya pada dekade 1930-an.

Bagaimana cara mengakses arsip atau terlibat dalam proyek ini?

Jika Anda ingin terlibat lebih jauh dengan Arsip Bali 1928 atau kegiatan repatriasinya, akses pribadi dan informasi lebih lanjut dapat diatur dengan menghubungi Marlowe Bandem, selaku manajer program di Indonesia.

Back to top arrow

What are you looking for?